YPPK Tilemans Timika Fokus Dampingi 423 Guru



Ketua YPPK Tilemans Timika, Paul Weti., saat foto bersama guru – guru. – Jubi/Istimewa
Timika, Jubi – Program Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Tilemans Timika pada tahun 2015 akan memfokuskan diri pada program pendampingan 243 guru. Hal itu, dikatakan ketua YPPK Tilemans Timika, Paul Weti, di Timika, Kamis (22/1).

Dari 423 guru, 77 orang merupakan guru kontrak melalui LPMAK, Keuskupan Timika dan YPPK Tilemans, dan selebihnya merupakan PNS dan honor.

“Jumlah guru ini sudah sesuai dengan data tahun-tahun sebelumnya. Namun ada perekrutan baru, sehingga jumlah bertambah. Dan ini semua tergantung pada laporan bulanan dari setiap sekolah saja,” jelas Paul.
Diakuinya, kendala mengenai data guru terjadi karena keterlambatan pihak sekolah memberikan laporan bulanan. “Akibatnya kami juga tidak tahu persis penambahan tenaga guru di sekolah, sebab ada honor yang diangkat oleh sekolah,” ujar Paul.

Menurut Paul, pada tahun ini rencananya akan ada penambahan guru kontrak, namun itu semua tergantung pada LPMAK dan PTFI. Jika stabil, dana kemitraan untuk LPMAK akan bertambah dan dampaknya pada pendidikan

“LPMAK berperan utama dalam pembangunan fisik. Tiga sekolah di Agimuga yaitu Aramsolki, Amungun dan Kiliarma, Otakwa, Manasari, SD dan SMK Kokonao, Ipaya dan Keakwa semua telah dibangun dengan fasilitas yang luar biasa. Sekarang tinggal bagaimana sekolah memanfaatkan untuk pengembangan pendidikan anak,” jelas Paul.

YPPK Tilemans Timika lebih banyak membuka sekolah di daerah Pesisir pantai. Pertimbangannya, di daerah pesisir memiliki angka usia anak sekolah dan membutuhkan pendidikan yang besar. Diharapkan, kerja sama semua pihak untuk memajukan pendidikan di daerah dan nantinya bisa melahirkan anak-anak bangsa yang berprestasi.

Sementara itu, secara terpisah, Kepala SD Negeri 5 Timika, M. Orowipuku mengatakan pihaknya telah mendaftarkan 74 pelajar untuk mengikuti UN ke Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaaan Kabupaten Mimika.

 Dari 74 pelajar, 34 pelajar merupakan putra-putri Papua asal Mimika.
“Pihak sekolah telah mendaftarkan peserta UN tahun ajaran 2014-2015 sesuai data dapodik,” katanya Kamis (22/1) di ruang kerjanya. 
(Eveerth Joumilena)



SD Santo Fransiskus Asisi Jalai Membutuhkan Penambahan Ruang Kelas Dan Perumahan Guru



JALAI-INTAN JAYA-Sekolah Dasar (SD)Yayasan Pendidikan Dan Persekolahan Katolik (YPPK) Santo Fransiskus Asisi Kampung Jalai memiliki Empat (4) Kelas dan Satu Kantor, ungkap Kepala Sekolah Jalai, Felix Pogau, A. Ma. Pd Saat bertemunya di Jalai, Minggu 25 September 2016 pukul 3. 35 Wit.

Perumahan Guru Dan SD YPPK Santo Fransikus Asisi Jalai (Foto: Migani)
Pogau menjelaskan; SD di Jalai Sudah Di bangun oleh Misi Katolik sejak tahun 1980-an dan dirinya buah kedua dari SD tersebut, saat itu guru yang mengajar di SD Jalai, Saat Ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pertambangan Dan Energi Kabupaten Intan Jaya, Piter Tabuni S. Pd, Leonardus Sondegau selaku Kepala Dinas Perhubungan dan Yudas Weya, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Intan Jaya.  Namun SD ini dibangun hanya Empat (4) Kelas dan satu kantor. Sehingga anak-anak kelas Lima (5) dan enam harus ke SD Inpres Jogatapa dan SD YPPK Santo Misael Bilogai.

Lebih lanjut Felix menjelaskan; dirinya masih mengunakan rumah pribadi yang dibangun sendiri dan satu buah rumah guru swadaya masyarakat yang dibangun oleh masyarakat Jalai untuk guru-guru yang akan bertugas disana. 

Rumah swadaya masyarakat itu pernah dihuni oleh ketiga (ke-3) kepala dinas yang sudah disebut tadi dan ada satu buah rumah guru yang terdiri dari dua pintu, maka dirinya sebagai kepala Sekolah SD YPPK Santo Fransiskus Jalai bersama masyarakat kampung Jalai “Amat Sangat Mengharapkan Bantuan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya Dan Yayasan Tillemans, Untuk Memperhatikan Keluhan Masyarakat Jalai, Supaya Ada Penambahan Gedung Kelas Lima, Enam Dan Juga Perumahan Guru Kedepannnya, Supaya Anak-Anak Kami Yang Selalu Jalan Kaki Ke Jogatapa Dan Bilogai Tidak Lagi Jalan Kaki Kesana”, namun  dengan adanya penambahan gedung kelas dan perumahan guru bisa membantu kami kedepannnya.  


Pogau Mengaku; saat ini SD Jalai butuh guru Penjaskes dan guru Kesenian, karena sementara ini hanya ada Tiga guru di SD Jalai, masing-masing; Felix Pogau, A. Ma. Pd sebagai Kepala Sekolah yang mengajar kelas Satu, Blandina Kaanubun sebagai Guru Honor dan Bendahara yang mengajar kelas Dua dan Empat serta Marta Farneubun sebagai Guru Honor dan Operator Sekolah yang mengajar kelas Tiga. Oleh sebab itu Pogau sebagai kepala sekoalah Jalai bersama masyarakat  Jalai mengharapkan bantuan pemerintah kabupaten intan jaya bersama Yayasan Tillemans untuk memperhatikan nasib masa depan anak-anak SD Santo Fransiskus  Asisi Jalai.


Ditempat yang sama salah satu tokoh pemuda Jalai, Thomas Nambagani mengharapkan; Setiap Kepala Sekolah perlu kaderisasi guru-guru di setiap SD yang ada di intan jaya dan khususnya Kepala Sekolah Yayasan Katolik perlu kaderisasi guru-guru, kaderisasi putra-putri daerah yang sedang pengaguran, karena Nambagani melihat dibeberapa kampung ada anak-anak yang sudah selesai SMA dan Sarjana, namun tinggal pengaguran saja, oleh sebab itu Nambagani mengharapkan setiap kepala Sekolah Yayasan Katolik agar mengkaderisasi setiap pengaguran apabila ada anak-anak penganguran ingin mengajar disetiap kampung yang mempunyai Sekolah. harapnya. 


Sekedar untuk diketahui ada Empat kelas di SD Jalai, namun Satu kelas sudah rusak, jadi tinggal tiga kelas yang masih baik, yang terdiri dari kelas I A, II A, III A dan IV A, di kelas  I A terdiri dari 25 anak laki-laki dan 20 anak perempuan, kelas II A terdiri dari 19 laki-laki dan 14 perempuan, kelas III A terdiri dari 13 laki-laki dan 13 perempaun dan kelas IV A terdiri dari 6 laki-laki dan 5 perempaun, jadi jumlah keseluruhan siswa di SD Jalai 115 Siswa, dari 115 siswa tersebut 86 siswa Kristen Katolik dan 29 siswa Kristen Protestan. ( ** Maisini  Misael ** )


Doa Rasta Man


Lucky Dube, Doa Rasta Man

Ada saatnya
Dalam kehidupan setiap orang di mana dia harus menghadapi
Kebenaran tidak peduli apa.
Kami mendatangimu ayah
Dengan dosa dan segalanya
Terima kasih

Mereka yang merokok ganja
Mau terima kasih bapak
Untuk membuatnya tumbuh secara internasional,
Mereka ingin mengucapkan terima kasih tuan
Meskipun polisi memotongnya,
Terkadang mereka membakarnya
Tapi itu tumbuh lagi
Terima kasih ayah

[Paduan suara:]

Kami ingin mengucapkan terima kasih ayah
Untuk semua yang kamu berikan pada kami

Bangsa yang menindas bangsa lain
Mau terima kasih bapak
Meskipun menyakitkan untuk ditindas
Tapi mereka terima kasih ...
Untuk membuat mereka kuat

Politisi terima kasih ayah
Untuk membuat mereka mampu
Berbohong dengan wajah lurus
Sementara bangsa ini menangis
Mereka ingin mengucapkan terima kasih tuan



PANCARAN KEUNIKAN ISTIMEWA DARI INTAN JAYA



Oleh: Fr Selpius Goo

Pater Dekan Dekenat Moni Puncak Jaya, Pater Yustinus Rahangiar Pr Dan Frater Selpius Goo Saat Memberi Komuni Pertama Kepada Pewarta Oktopianus Hagisimijau Di Gereja Santo Fransiskus Xaverius Titigi City
Tuhan memang sangat mencintai kita manusia. Tuhan mencintai kita manusia secara khusus atau pribadi. Oleh sebab itu, Tuhan menciptakan kita secara khusus pula. Tuhan membuat kita masing-masing unik dan istimewa. Keunikan diri kita masing-masing adalah dalam hal: jasmani, kemampuan, sifat dan pengalaman.

 Keunikan yang dimiliki itu perlu disadari sebagai anugrah istimewa dari Tuhan. Saya bersyukur karena Tuhan menciptakan saya secara khusus dan unik. Dalam keunikan itu, saya juga sudah dan sedang menjalani masa orientasi pastoral di daerah yang unik dan bertemu serta bersama dengan sesama yang unik pula. Perpaduan keunikan itu memberi warna dalam dinamika hidup bersama.

Keunikan diri dan pribadi itu sebagai kekayaan yang terbesar demi kebaikan bersama dan kemuliaan nama Tuhan. Selama saya menjalani masa orientasi Pastoral, begitu banyak keunikan istimewa yang dapat saya jumpai. Pertama-tama dari Pastor Yustinus Rahanggiar Pr yang menunjukkan kerendahan hati dalam berpastorl dan kemampuaannya dalam hal pertukangan serta memperbaiki alat-alat elektonik.

Selain itu, pastor menunjukkan kesabaran dan ketenangan dalam hal apa saja. Nilai istimewa juga dinyatakan Seorang mono bernama Bartolomeus Selegani yang selalu jujur. Ia membagikan rokok yang dimilikinya kepada sesama yang tidak merokok, jika ia tidak mempunyai rokok ia juga memintanya kepada lelaki yang merorok dan ketika orang memberi rokok, ia selalu menolak jika ada rorkok.

Dalam hal keunikan, tentunya umat juga banyak mensharingkan pengalaman unik yang menyakitkan, menyedihkan dan meneguhkan iman sera mengaktualisasikan kemampuannya. Salah satu Aktualisasi kemampuan dari umat yang dapat meneguhkan dan menguatkan saya dalam menjalani masa TOP adalah keberaniaan. Keberanian itu dibentuk oleh medan yang amat berat.

 Medan yang berat membentuk suku-suku yang mendiami Kabupaten Intan Jaya yakni suku Migani, suku Ndauwa dan suku Dani menjadi berani dan kuat. Berani dan kuat melewati lereng gunung, berani dan kuat menyebrangi kali, berani dan kuat membuat kebun di daerah perbukitan dll. Dengan keadaaan alam yang demikian berat maka ketiga suku itu menunjukkan keberanian dan kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. 
Frater Selpius Goo, Berjalan Di Depan Pastoran Bilogai  (Foto: Migani)
Keunikan alam dan sesama yang saya jumpai dalam menjalani masa orientasi itu meneguhkan dan menguatkan saya.

Selain itu, menuntut agar berani dan kuat. Berani untuk menjalani tugas yang diberikan, berani salah dan berani membetulkan, berani membuka diri, berani menghadapi tantangan, berani menegahkan kebenaran, keadilan, kemerdekaan, berani mewartakan kabar gembira, berani mengambil keputusan pilihan hidup, dll. Keberanian itu bersumber dari Allah maka berteduh dan berjalan dibawa keberanian Ilahi.

Keunikan itu anugrah, talenta memberi nilai tersendiri yang menjadi kekayaan pribadi. Aktualisasi aneka keunikan itu memancarkan cahaya kebesaran dan kemuliaan nama Tuhan. Dari semua kepalsuaan dunia, kemuliaan nama Tuhan terus bersinar terang benderang dalam aktualisasi keunikan alam dan sesama memberi seberkas peneguhan dalam menitih panggilan hidup sejati.

Penulis Adalah Mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Fajar Timur (STFT’ FT) yang telah menyelesaikan strata satu yang tenggah menjalani masa Orientasi Pastoral (TOP) Di Kabupaten Intan Jaya Tahun 2013-2014

Generasi Penerus Enam Gereja Di Dogabungaupa Tidak Sekolah

INTAN JAYA-Anak-anak Enam (6) Gereja di Kepala air Dogabu tidak sekolah, ungkap salah satu ibu janda di kampong Pesiga, minggu 15 Januari 2017 pukul 1. 45 wit.

 Enam gereja itu; Gereja Kihomu, Pesiga, Dapa, Magalogae, Jommu dan gereja Sonetapa. Ibu janda yang mempunyai enam anak itu menjelaskan; di enam gereja itu ada satu orang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Intan Jaya dan banyak mahasiswa, namun mereka telah membongkar sekolah dan perumahan guru yang ada di Pesiga, ungkap ibu janda itu. “kami telah membawa anak-anak kami ke Sekolah Dasar (SD) Yayasan Pendidikan Dan Persekolahan Katolik (YPPK) Santo Misael Bilogai dan SD Inpres Jogatapa, namun guru-guru di dua (2) SD itu katakan; kamu masyarakat dari kepala air tidak tahu jaga Guru dan Bangunan sekolah, makanya kami tidak terima anak-anak dari kepala air.

 Ini kepentingan pribadi yang korbankan anak-anak enam gereja tidak bisa sekolah, Ungkapnya . ” jadi anak-anak enam gereja yang tidak sekolah ini Dosa Siapa? Dan tagungjawab siapa? Tuturnya. Lebih lanjut; ibu janda itu menjelaskan sekolah di kampung Pesiga sudah tutup sejak tahun 2014 hingga tahun 2017 ini, sehingga ibu janda itu bersama mama-mama dari enam (6) gereja itu meminta pertolongan dari pemerintah kabupaten intan jaya dalam hal ini dinas pendididkan kabupaten intan jaya untuk memperhatikan nasib generasi enam gereja di kepala air dogabu.
selain pemerintah, mama-mama itu juga meminta pertolongan pihak-piah yang peduli tentang Pembagunan generasi masa depan intan jaya , agar kedepannnya anak-anak enam gereja ini bisa membaca dan menulis. Tutupnya. (Misael Maisini)

Kisah Burung Yang Unik Dan Kecil Di Tanah Migani



Di tanah Migani West Papua, Intan Jaya sangat banyak burung-burung dengan cereita yang berbeda dan unik.  Diantara burung-burung itu ada satu (1) burung yang kecil dan unik. Nama burung itu; Uliggi.

Burung Uliggi, Baik dan Suka bekerja untuk Dirinya dan untuk burung-burung lainnya yang ada di intan jaya.
Kehidupan Burung uliggi selalu buat rumah/sarang untuk burung-burung lainya dan uliggi berpindah tempat.
Burung uliggi akan kumpul bahan-bahan untuk buat sarang dan sampai kepada pembuatannnya.

Tempat dimana uliggi kumpul bahan akan bersih, seperti orang yang bersihkan tempat itu, ditempat itu orang tidak boleh injak.
Jangankan menginjak tempat uliggi kumpul bahan, melihat uliggi kumpul sarang saja orang akan kena bencana; kelaparan, tanah longsor, banjir, hujan besar dan sakit penyakit.

Burung uliggi unik ya,..setelah sarang sudah jadi, dia akan pindah tempat dan ditempat lain dia melakukan hal yang sama, yaitu; mengumpul dan membuat sarang untuk burung-burung yang lain dan akan pindah ke tempat yang lain lagi. Begitulah kisah burung uliggi di Tanah Migani West Papua intan jaya. ( ** Maisini Misael ** )