Leny; Gadis Kampung Yang Aku Tipu


Beberapa Kali Aku Menjumpainya Ditempat Yang Sama
Disala Satu Kampung Yang Tidak Jauh Dari Tempat Tinggalku
Tidak Kusangka Kalau Disitu Kebunya
Kebunya Tidak Jauh Dari Jalan Yang Selalu Kulalui Untuk Pergi Berburu
Disaat Aku Hendak Pergi Berburu Selalu Kujumpai Dikebunnya


Hari Ganti Hari Kamipun Berkenalan
Aku Memperkenalkan Namaku, Tapi Itu Nama Semarang Yang Kupakai
Diapun Memperkenalkan Dirinya Kepadaku
Mepa, Namaku Leny Dan Ini Kebunku, Ucapnya Sambil Tersenyum


Aku Sedikit Berbasa-Basi Untuk Menarik Perhatiannya
Dia Pun Terbuai Dengan Rayuan Yang Kurentet Bertubi-Tubi
Akhirnya Aku Bisa Membujuknya Kepelukanku
Beberapa Minggu Kemudian Aku Melepaskannya Untuk Pergi
Ibaratnya Aku Makan Kacang Lalu Aku Buang Kulitnya


Dari Awal Aku Sudah Menipunya, Maka Aku Harus Meninggalkan
Aku Membiarkan Dia Pergi Agar Dia Bisa Bebes Bersama Orang Lain
Aku Rasa Itu Bukan Kesalahan Yang Kulakukan
Karena Aku Masih Harus Meruyu Gadis-Gadis Yang Lain Agar Jatuh Kepelukanku

Kini Aku Ucapkan Padanya; Sayang Engkau Telah Teripu Dan Tertipu
Aku Akan Selalu Menipumu Dengan Rayuanku Yang Penuh Basa-Basi
Aku Menipumu Dan Menipumu Dengan Rayuanku Agar Kau Harus Ikut Aku

Setelah Engkau Aku Rayu Dan Sudah Ada Dipelukanku, Maka Aku Harus Buang Engkau
Aku Akan Buang Engkau Bagai Kulit Kacang, Yang Aku Makan Isi, Tapi Kulit Aku Buang


Seperti Aku Makan Kacang, Tapi Aku Akan Lupakan Kulit
Aku Akan Lakukan Kau Seperti Itu
Akhirnya; Aku Bisa Akatakan Sayang Seribu Sayang, Karena Kau Selalu Aku Tipu









MENANTIKAN SANG BINTANG FAJAR



Oleh *) Migani Malla

Menantikan SANG BINTANG FAJAR
Dikesunyian Malam  Saa Duduk Membayangkanmu
 Saa Bayangkan Betapa Indahnya Waktu Kita Bersama
Saa Tra Rasa Waktu Yang Kita Lalu Bersama
Kebersamaan Kita Secepat Itukah
Saa Tra Sangka Kalau Engkau Akan Dibawa Oleh Orang

Orang Yang Saa Tra Kenal Membawamu
Mereka Membawamu Entah Kemana
Mungkin Mereka Ingin Menelanjanggimu
Mungkin Juga Memperkosamu Dan Hendak Membunuhmu
Dimanakah Engaku, Saa Masih Membayangkanmu

Saa Masih Membayangkan Engkau, Engkau Bagi Bintang Fajar Di Timur
Engkau Selalu Keluar Dari Timur Untuk Menghadirkan Fajar
Engkaulah Bintang Fajar Yang Saa Bayangkan
Saa Bayangkan Waktu Itu Mungkin Sembilan Belas Hari Kita Bersama

Sembilan Belas Hari Yang Kita Lalui Itu, Saa Rasa Hanya Mimpi
Engkau Pergi Bersama Orang Lain Sejak Tanggal Sembilan Belas Desember
Sembilan Belas Desember Tahun Sembilan Belas Enam Satu
Tahun Sembilan Belas Enam Satu Sampai Tahun Dua Ribu Tujuh Belas

Saa Menantikanmu Hari Ganti Hari, Minggu Ganti Minggu, Bulan Ganti Bulan
Saa Masih Menantikanmu Selama Puluhan Tahun

Tahun Ganti Tahun Kini Sudah Tahun Dua Ribu Tujuh Belas
Tahun Dua Ribu Tujuh Belas Ini Saa Rasa Tahun Yang Ke Lima Puluh Empat
Lima Puluh Empat Tahun Lamanya Saa Menantikanmu
Saa Menantikanmu Dalam Bayangan Mimpi-Mimpiku

Semoga Mimpiku Yang Menantikanmu Menjadi Kenyataan
Kenyataan Yang Akan Membawa Saa Kepadamu
Saa Pu Salam Dan Do`A Hanya Untuk Mu
Biar Engkau Bisa Kembali Kepada Saa Untuk S`Lamanya

Penulis Adalah Anak Jalanan` Yang Tinggal Di Seberang Semarang Jawa-Tengah-Melayu-Indonesia



Engkau Menipuku Lalu Pergi


Manusia Intan Jaya JANGAN JUAL TANAH Lihat Kisah Para Rasul 5: 11 (Foto: Komunitas Somatua)
Jumpa Pertama Kita Disebuah Bukit Yang Tidak Jauh Dari Sungai Itu
Engaku Memandangku Dari Bukit Kebawa
Semantara Aku Sedang Jalan Ke Bukit Dimana Engkau Duduk
Engkau Duduk Dibukit Itu Dan Menatapku Sambil Tersenyum

Akupun Mendaki Bukit Itu Dan Tiba Dimana Engaku Duduk
Kalau Tidak Salah Dengan Mu Ada Lima Ibu Bersamamu
Kamu Duduk Sambil Bercerita Dibukit Itu
Sambil Melepas Lelah Beban Berat Yang Kamu Bawa

Manusia Intan Jaya TOLAKLAH Segala Bentuk PERUSAHAN Dari Bumi Migani (Foto: Komunitas Somatua)
Disaat Itu Engkau Tetap Menatapku Sambil Tersenyum
Engkau Mengambil Kedelai Dan Jagung Dari Noken
Engkau Berikan Itu Padaku, Namun Aku Tolak Pemberianmu
Aku Tahu Pemberianmu Itu Engkau Akan Pasarkan

Saat Kami Jalan Bersama Engkau Tetap Memaksaku
Akupun Menerima Kedelai Dan Jagung Yang Engkau Berikan
Sambil Jalan Aku Pun Makan Jagung Dan Kedelai
Selama Perjalanan Itu Aku Memancingmu Untuk Bercerita

Engkau Tidak Banyak Bicara, Engkau Hanya Tersenyum Dan Menatapku
Aku Terbuai Dengan Senyum Dan Kata-Katamu
 Kata-Katamu Manis Semanis Wajahmu Yang Hitam Manis
Membuat Aku Suka Pada

Saat Itulah Aku Katakan Aku Suka Padamu
Engkau Hanya Tersenyum Dan Gugup
Kamipun Terus Berjalan Lalui Beberapa Anakan Sungai
Disaat Minum Air Disala Satu Sungai Aku Katakan Temuai Aku Ditempat Itu

Kalau Tidak Salah Ingat Waktu Itu Hari Jumat
Kira-Kira Jam Enam Sore Engkau Mengutus Seseorang
Engkau Menitipkan Rokok + Pinang + Siri + Kapur Padanya
Engkau Bilang Engkau Takut Ketempat Itu
Aku Tidak Menerima Apa Yang Engkau Belikan

TANAH Di Bumi Migani HARUS DIKONTRAKAN (Foto: Komunitas Somatua)
Akupun Menitipkan Pesan Kepanya Supaya Datang Bersamanya
Saat Itu Kamu Datang Lewat Samping Sesuai Pesanku
Kamu Datang Dan Engkau Memberi Rokok + Pinang + Siri + Kapur
Akupun Menyuruhnya Untuk Meninggalkan Kita
Kita Duduk Cerita Sambil Tersenyum Dan Tertawa

Disaat Itulah Semacam Magnet Yang Menangkap Sebuah Besi
Akupun Memelukmu Dan Engkau Mengatakan Engaku Takut
Aku Membuat Supaya Engkau Jangan Takut
Ketakutan Itu Pergi Bersama Waktu Yang Kita Lalui

Waktu-Waktu Yang Kita Lalui Engkau Sudah Lupa
Engkau Telah Menipuku Dan Engaku Pergi
Engkau Berjanji Akan Lalui Jalan Itu Bersamaku
Tapi Biarlah Engkau Bersamanya

Komunitas Mahasiswa Independen Somatua Intan Jaya (KOMISI) Berkeliling Intan Jaya Untuk SOSIALISASI Tentang PENYELAMATAN TANAH, HUTAN Dan Manusia Di Bumi Migani (Foto: Komunitas Somatua)
Ku Mau Pesan Kata Yang Pertama Engaku Ucap, Tak Akan Hilang
Kata Itu Tak Akan Hilang Bersama Waktu Yang Kita Lalui
Karena Kata Bukan Riiccaa Yang Engkau Tumbuk Lalu Gosok Dimata
Tapi Ada Waktu, Karena Segala Sesuatu Ada Waktu
Biarlah Waktu Yang Engkau Dan Aku Lalui Ini Yang Menjawabya

Karena Engkau Bukan Bagian Dari Ku Dan Juga Aku Bukan Bagian Darimu
Kini Engkau Telah Menjadi Milik Orang Lain
Biarlah Ku Hanya Berdoa Untukmu Agar Kau Bahagia Bersamanya

Salam Ku; Diliwe-Niniwe-Migani



Ini Perjalanan Komunitas Somatua Intan Jaya



Ku Rasa Pengalaman Yang Kita Lalui Tidak Akan Terulang
Ku Rasa Pengalaman Itu Pergi Bersama Waktu Yang Kita Lalui
Ku Rasa Engku Menipuku Dan Pergi Meninggalkan Luka Itu

Biarlah…Biarlah…Dan Biarlahhhh……………………………
Biarlah Waktu Yang Menyembuhkan Luka Itu,…
Biarlah Angin Yang Menyembuhkan Luka Itu,…
Biarlah Embun Yang Menyembuhkan Luka Itu,…
Biarlah Salju Yang Menyembuhkan Luka Itu,…