Tampilkan postingan dengan label Free West Papua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Free West Papua. Tampilkan semua postingan

MENGENANG SEJARAH MASUKNYA INJIL DI TANAH WEST PAPUA




*) Misael Maisini

 WEST PAPUA_Disuatu saat saya jalan_ jalan di suatu pedesaan.
Kebanyakan umat disana menganut agama kristen dan islam bagi para migran indoneaia.

Saya berjalan langka demi langka lalui jalan itu, disana ada beberapa umat muslim yang hendak ke mesjid.
Saya mendengar mereka berbisik begini; "aduhhhhh yah Aullah kami takut dan takut kalau Papua Merdeka. Tolong kami supaya Papua Jangan merdeka, karena kami tidak punya tempat tinggal.

Tempat kami hanya satu_satunya di Papua ini. Kami mau bantu orang Papua untuk berjuang menuju papua merdeka juga nanti Negara Indonesia bilang kami penghinat bangsa indoneaia, yahh Aulla Tolong kami supaya Papua Jangan Merdeka".

Saya pun tersenyum dan melanjutkan perjalanan saya.
Disana saya melihat umat Kristen Migran yang hendak ke Gereja.

Mereka juga berbisik begini;
" Yahh TUHAN YESUS Tolong Kami supaya Papau Jangan Merdeka, Karena Kami DIANGGAP PENGHIANAT OLEH BANGSA INDONESIA, SEHINGGA KAMI TIDAK BISA BANTU SAUDAR KAMI UNTUK BICARA PAPUA MERDEKA".

Saya pun berjalan trusss sambil menuju beberapa umat Katolik yang hendak ke Gereja tua di kampung itu.
Saya berjalan pelan_pelan bersama mereka. Saya melihat mereka mengegem ROHSARIO Sambil berbisik begini; " Yahh TUHAN ALLAH Kami tidak mau kalau Orang Papua Merdeka, Karena kami tidak punya tempat tinggal dan kami anggap Papua tempat kami dan tanah kami. kami mau menolong orang papau untuk bebas dari PENJAJAHAN INDONEAIA, TAPI NANTI INDONESIA BILANG KAMI PENGHIANAT, MAKA KAMI HANYA DIAM DAN MENONTON PENJAJAHAN INI".

Saya tidak jadi masuk ke Gereja, karena disana Hanya Kaum Migran yg penuhi gereja. Saya pun melanjutkan perjalanan, di sana saya melihat Anak Negeri Sedang Pesta Pora dengan berbagai hal dan mereka berkata begini;" Kemerdekaan West Papua Nanti Turun Dari Langit".

ANEHHH...!!!

Orang Migran di West Papua Berdoa supaya Papua Jangan Merdeka, Sementara Anak Negeri West Papua PESTA PORA DI ATAS TULANG_BELULANG PARA PENDAHULU.

MARI KITA RENUNGKAN BERSAMA...!!!

Hari ini, Senin Tanggal Lima Februari Tahun Dua Ribuh Delapan Belas.
Dari tanggal 5 Februari tahun 1855 sampai dengan tahun 2018 ini, kira_kira berapa Usia INJIL DI TAHAN WEST PAPUA???

Maaf saya juga tidak tahu hitung_ menghitung, jadi tidak tahu sudah berapa Tahun INJILN DI TAHAN WEST PAPUA???
* * * * * *

Menurut beberapa sumber, Injil Masuk di Wasior Mansinam West Papua pada tanggal 5 Februari tahun 1855. Makanya saat ini di seluruh tanah West Papua ada LIBURRR Nii.
* * *
Menurut SEJARAH Orang di bumi West Papuan Akan Bangkit dan Memimpin Diri Mereka Sensiri.
Dibawa ini merupakan PERADABAN BANGSA WEST PAPUA Yang Di NUBUATKAN Oleh Pendeta Izaac Samel Kijne.

" Di atas batu ini, saya meletakan peradaban orang papua. sekalipun orang memiliki kepandaian tinggi, akal budi dan marifat tetapi tidak dapat memimpin bangsa ini, bangsa ini akan bangkit dan memimpin dirinya sendiri ". ( Pendeta Izaac Samuel Kijne Wasior, 25 Oktober 1925).
LUAR BIASA NUBUAT INI, Bangsa Ini Akan Bangkit Dan Memimpin Dirinya Sendiri.

***

Apakah kita Manusia West Papua di Bumi West Papua Akan BANGKIT...!!!
Atau sebaliknya KITA MENJADI PENJAJAH YANG GANAS Untuk MENJAJAH Sesama Manusia West Papua???

TERSERALAH....!!!

Menentukan Sosok Pemimpin Nasional Papua Barat.



Kita berbicara tentang “menentukan sosok pimpinan nasional bangsa West Papua” berarti kita berbicra tentang sosk pimpinan yang mencerminkan kepribadian Bangsa West Papua.Kita berbicara tentang kepribadian bangsa West Papua berarti kita berbicara tentang rakyat pribumi West Papua. 

Kita berbicara tentang rakyat pribumi West Papua berarti kita berbicara tentang nilai kebudayaan nasional Bangsa West Papua. Maka muncul pertanyaan-pertanyaan terkait Kepemimpinan Nasional Bangsa West Papua antara lain : 
1.    Apakah yang dimaksud dengan kepemimpinan Nasional ?
2.   Apa tugas tanggung jawab, wewenang dan kewajiban pimpinan nasional ?
3.   Bagaimana menentukan sosok pimpinan nasional ? dan masih banyak pertanyaan yang dapat timbul dalam pikiran kita terkait kepemimpinan nasional bangsa west Papua.

Materi dengan judul “Menentukan Sosok Pimpinan Nasional Bangsa West Papua” saya batasi pada makna hak menentukan nasib sendiri ( The Rights to Self Determination) bangsa West Papua. Mari kita memberikan batasan pengertian dari pertanyaan, Apakah yang dimaksud dengan kepemimpinan nasional ? 

Kepemimpinan nasional adalah kepemimpinan suatu bangsa yang mendiami suatu wilayah tertentu.
 Bagaimana hal tersebut dapat terjadi ? Hal tersebut terjadi berdasarkan kesepakatan seluruh unsur suku-suku bangsa yang mendiami wilayah tertentu melalui forum-forum kemasyarakatan sesuai system budaya masyarakatnya.

Apa tugas tanggung jawab, wewenang dan kewajiban pimpinan nasional ? tugas tanggung jawab, wewenang dan kewajiban pimpinan nasional adalah melaksanakan segalah hal yang diberikan oleh rakyatnya untuk mewujudkan harapan dari pada seluruh rakyat diwilayah tertentu yang memberikan mandat.

Bagaimana menetukan sosok pimpinan nasional ? pertanyaan ini dapat dijawab sesuai pendapat rakyat dan tentu merujuk pada filosofi kepemimpinan dan atau keyakinan yang dimiliki masyarakat suku bangsa tersebut.

Berbicara tentang menentukan sosok pimpinan nasional bangsa West Papua berarti pula berbicara tentang criteria atau syarat-syarat pemimpin nasional dan sitem/mekanisme/prosedur atau tata cara menentukan sosok pimpinan bangsa West Papua.
Tentang criteria atau syarat-syarat pemimpin nasional bangsa West Papua :
1.    Kriteria Khusus      =  Soru / Karismatik 
2.   Kriteria Pribadi       =  Perangai/Kepribadian/    contoh : Nilai Kasih atau Keinginan Dunia (istilah Alkitab Daging).
3.   Kriteria Umum     = Kemampuan manajemen/ mampu menyerap dan mencerna berbagai hal/ terampil/tangkas dan mendapat restu mayoritas rakyat
4.   Sistem/mekanisme/prosedur atau tata cara 
5.   Sistem/mekanisme : Demokrasi langsung ? atau Perwakilan ? atau Terpimpin ?
6.   Prosedur/tata cara : Budaya Tradisional ? atau budaya modern ? atau kedua-duanya ?
Siapa yang menentukan criteria, system dan tata cara sebagai aturan untuk mendapatkan sosok pimpinan nasional bangsa West Papua ? jawabnya adalah rakyat pribumi West Papua sendiri yang menentukannya.

 Sebagai bentuk pengakuan dan penghormatan terhadap apa yang dimaksud dengan hak menentukan nasib sendiri (The Rights to Self Determination) tentang system/mekanisme Demokrasi yang hendak dianut, itu menjadi hak pilihan rakyat pribumi West Papua. Apakah menganut sistem Demokrasi Langsung ? atau sistem Demokrasi Perwakilan ? atau system Demokrasi Terpimpin ? atau pilihan lain dari system kepemimpinan kebudayaan West Papua.

Tentang prosedur/tata cara menentukan sosok pimpinan nasional bangsa West Papua, apakah mau menggunakan tata cara yang berlaku dan dihormati dalam kebudayaan suku-suku bangsa West Papua atau budaya modern atau menggunakan kedua-duanya, hal ini sangat tergantung kepada Sistem Demokrasi yang akan dianut oleh bangsa West Papua secara Nasional.

Sekian atas pendengaran semua peserta seminar politik yang hadir.
Oleh: Aibon Timika, Camp Senegal.



MENANTIKAN SANG BINTANG FAJAR



Oleh *) Migani Malla

Menantikan SANG BINTANG FAJAR
Dikesunyian Malam  Saa Duduk Membayangkanmu
 Saa Bayangkan Betapa Indahnya Waktu Kita Bersama
Saa Tra Rasa Waktu Yang Kita Lalu Bersama
Kebersamaan Kita Secepat Itukah
Saa Tra Sangka Kalau Engkau Akan Dibawa Oleh Orang

Orang Yang Saa Tra Kenal Membawamu
Mereka Membawamu Entah Kemana
Mungkin Mereka Ingin Menelanjanggimu
Mungkin Juga Memperkosamu Dan Hendak Membunuhmu
Dimanakah Engaku, Saa Masih Membayangkanmu

Saa Masih Membayangkan Engkau, Engkau Bagi Bintang Fajar Di Timur
Engkau Selalu Keluar Dari Timur Untuk Menghadirkan Fajar
Engkaulah Bintang Fajar Yang Saa Bayangkan
Saa Bayangkan Waktu Itu Mungkin Sembilan Belas Hari Kita Bersama

Sembilan Belas Hari Yang Kita Lalui Itu, Saa Rasa Hanya Mimpi
Engkau Pergi Bersama Orang Lain Sejak Tanggal Sembilan Belas Desember
Sembilan Belas Desember Tahun Sembilan Belas Enam Satu
Tahun Sembilan Belas Enam Satu Sampai Tahun Dua Ribu Tujuh Belas

Saa Menantikanmu Hari Ganti Hari, Minggu Ganti Minggu, Bulan Ganti Bulan
Saa Masih Menantikanmu Selama Puluhan Tahun

Tahun Ganti Tahun Kini Sudah Tahun Dua Ribu Tujuh Belas
Tahun Dua Ribu Tujuh Belas Ini Saa Rasa Tahun Yang Ke Lima Puluh Empat
Lima Puluh Empat Tahun Lamanya Saa Menantikanmu
Saa Menantikanmu Dalam Bayangan Mimpi-Mimpiku

Semoga Mimpiku Yang Menantikanmu Menjadi Kenyataan
Kenyataan Yang Akan Membawa Saa Kepadamu
Saa Pu Salam Dan Do`A Hanya Untuk Mu
Biar Engkau Bisa Kembali Kepada Saa Untuk S`Lamanya

Penulis Adalah Anak Jalanan` Yang Tinggal Di Seberang Semarang Jawa-Tengah-Melayu-Indonesia



HAI TANAHKU PAPUA



Hai ta-nah ku pa-pu-a, kau ta-nah-la-hir-ku,
Kau hen-dak ku-ka-sih-i se-hing-ga a-jal-ku.

Kukasih pasir putih di pantaimu senang,
dimana lautan biru berkilat dalam t'rang.

Kukasih bunyi ombak, pemukul pantaimu,
nyanyian yang selalu senangkan hatiku.

Kukasih gunung-gunung, besar, mulialah,
dan awan yang melayang-layang keliling puncaknya.

Kukasih hutan-hutan, selimut tanahku
'Ku suka mengembara dibawah naunganmu

Kukasih engkau, tanah, yang denan buahmu
membayar kerajinan dan pekerjaanku

Syukur bagimu, Tuhan: Kaub'rikan tanahku,
b'ri aku rajin juga sampaikan maksudMu.