SETIAP LAGU MEMBAWA HIBURAN DAN SEDIH



SETIAP LAGU MEMBAWA HIBURAN DAN SEDIH

Juu_Ngama Ndo emona usua dikaa,...Jamo Tigaiinaga duwiooo,...
Jamo go andi Himbuapa dega,...Kindiaggo Arnold ge DiNuoo,..
Hogadutiago Jebedius ne, Karel ne, Krismas ne, Elias ne, Mele ne datage dupuamiee,...
Jamo Hogago Wioaee,...Mbuamiee,...!!!
* * *
MeneGe IndoWogo,..OgaYanaga Ju ne dayalegaoo,...
Wioaee,...

Naitane Namane,..Tawaa Ju ne Dayalegaoo,...
Wioaee,...

KiBamo KaBamo,...IniAnaGa ju ne Dayalegaoo,...
Wioaee,...

WaGii Waggi,...Daga Ju ne Dayalegaoo,...
Wioaee,..

KeaGo Keago DagA Ju ne Dayalegaoo,...
Wioaee,...

DukiNipa UmaGaa,..Ju ne Dayalegaoo,...
Wioaee,...

NundiGi NunDigi DaGa Ju ne Dayalegaoo,...
Wioaee,...

KuMbaduNoga,... ju ne Dayalegaoo,...
Wioaee,...

JanGaDundoGa,.. ju ne Dayalegao,...
Wioaee,...

JiaNe PiAne Gee,...MiaNaga Ju ne Dayalegaoo,...
Wioaee,...

Amakaniieee,...EnGee Nioo,...

Wioaee,...


* * * * * *
Saa TrraA Tao MenyaNyii,...Cuma Tulis-Tulisss
Hee,...hee,..heee,...

KISAH SAAT DI SENGGI WEST PAPUA




*) Maisini Misael
Beberapa tahun lalu saya bersama Jocky. Kami lagi Tidur di Rumah Padang Bulan Abepura.
Saat itu kami masih tidur, EnanG Bangunkan saya dengan Jocky. Jo ada yang datang, kamu dua bangun.
Waktu itu kira kira Jam 10 atau 11 Siang, Kami dua pun bangun, Di meja depan ada seseorang yang sudah duduk. Orang itu memberi salam kepada Jocky juga kepada saya.
Dan beberapa menit kemudian, orang itu tanya kami dua; bisa kerja kah.
Kami dua bilang kerja apa?
Buruh Kasar.

Kami dua bilang, nanti kami Coba.
Bapa itu mencatat alamat rumahnya dikertas lalu berikan kepada kami dua dengan Uang Seratus Ribuh Rupiah, Supaya sore bisa ke rumah nya.
Setelah memeberikan kertas itu orang itu pulang. Kami dua membagi Tugas. Tugas saya kasih Turun Kelapa, Jocky Kuliti, tapi Kukur sama sama.
Kami dua kukur Kelapa Dua Puluh Buah lalu kuliti singkong. Kami dua rebus singkong dalam belanga yang sedang.

Begitu Singkong Stengah masak, kami Dua masukan sayaur bayam. Begitu sayaur bayam sudah stengah masak, kami dua masukan Santan Kelapa dua puluh buah itu.
Setelah masak, kami dua makan. Setelah makan kami dua ke AmBanG Ittoo, di sebelah rumah. Kami dua bilang ada kerja, tapi jauh, AmbanG itu bilang; dia ikut.
Sore jam lima kami tiga ke bapa itu. Bapa itu mengajak kami ke salah satu toko di lingkaran Abepura.
Di sana kami membeli Rokok, Garam + Peksin, Pokoknya Bahan Makanan.
Setelah beli, kami ambil Nota lalu pulang.

Besok paginya kami ke toko itu lalu naikan bahan makanan itu di atas trek yang sudah muat besi_besi, kawat dan semen.
Kami ikut terek itu, lalui beberapa kota, kampung, bukit, hutan, kali, telaga dan beberapa pos TNI/ POLRI Lalu tiba di sana.

Di sana ada satu kem besar. Kem itu di buat dipinggir kali. Kami pun bongkar muatan dalam trek. Lalu drop di kem itu.
Siangnya saat makan, kami saling memperkenalkan diri bersama beberapa orang yang duluan sudah ada di sana.

Besok pagi kami mulai kerja. Kerja lipat besi dan ikat besi kecil_ kecil untuk di pasang di Dasar Jembatan.
Jembatan itu, Jembatan Borobudur Dua di West Papua SenGgi. Dua bulan kemudian, kami kehabisan Sayur, Rokok pun habis.

Saya dengan AmbanG ittoo ke hutan di sebelah kem dan di Sepanjang Jalan Senggi.
Di sana AmbanG ittoob Pasang Jerat. Saya pun mulai ikut_ ikut pasang.
Satu minggu kemudian, kami dapat Rusa satu. Dua hari kemudian kami dapat ayam. Ayam yang hidup di Hutan.
Kami juga dapat Burung Lambang Negara
West Papau, Burung Mamruk. Kami juga dapat Soa_ Soa.
Wuhhhh....Gigi Sakittt...

Kami juga dapat Babi yang hidup di Hutan dan juga kami dapat ikan.
Gigi sakit selama beberapa bulan
Adoohhh....TaBaKo... yang ArroBaa... terpaksa kami Palang Mobil dan terek yang ke kota lalu kami tawarkan daging.

Terima Kasih...Mereka Bawa Daging, tapi musti tunggu mereka balik dari kota. Kami pun tunggu mereka.
Sore mereka kasih rokok Anggur Kupu Satu Slop dan surya besar satu slop juga RoFuM satu Oki.
Empat bulan kami kerja Bangun Jembatan Enam Puluh Meter itu. Kami bisa bertahan, tapi Tidak ada Rokok dan Makanan, makanya kami pulang ke Kota.

Setelah Tiba di Kota, kami ke Rumah. Di rumah kami petik kelapa. Kelapa untuk Ambil Air nya.
Kami Ambil Air Kelapa dan tampung di Dalam Ember.
Air Kelapa yang kami sudah masukan dalam Ember Besar. Dalam Ember itu kami Masukan Air Kelapa Sebanyak Seratus Enam Puluh Lima Buah.

Dalam Ember yang Sudah Isi Air Kelapa itu kami Masukan Tiga Puluh Lima FeRmiPaN.
Kami ikat Ember itu dengan Plastik. Plastik itu kami ikat kuat_ kuat. Selama satu Minggu tiga hari kami tidak buka plastik itu.
Setelah satu minggu empat hari, kami buka plastik itu lalu minum. Wahh...Ashiikk...JADI nya Air Kata_ kata.

Kami berkata_ kata sambil menunggu datangnya TAHUN BARU 2007. Tahun baru pun tiba, dari Tahun 2006 masuk ke Tahun 2007.
Begitu Tanggal 5 Januari 2007, bapa itu datang ke Rumah. Kata bapa itu, Kamu naik untuk kerja.
Kami bilang minta maaf bapa. Bapa jangan Enak saja Perintah Kami. Bapa duluan Naik ke Atas, Bapa sudah ada di atas baru kami juga akan naik kerja.
Kami tidak naik kerja. Februari tanggal 11, bapa itu datang untuk memberi kami punya Upah Kerja.
Kami minta terima kasih kepada bapa itu, tetapi kami tidak naik kerja.
* * *
Salam Buat Jocky juga AmBanG Ittoo, Semoga Selalu S E M A N G A T.
* * *
Sebuah KISAH Sekaligus Pengalaman 18 Tahun lalu di Hollandia_ Port Numbay_ Abepura dan Juga Di Senggi.
* * *
Bi Bawa Ini Foto Di Depan Jembatan Brobudur Dua_ SenGgi_ West Papua.

SETANGKAI BUNGA UNTUKMU IBU YANG BERJIWA KEIBUAN



                                     "" MAMA AGAPA ADAMA, PABRIK MANUSIA"""

Selama sembilang bulan kami harus hidup dalam kandunganmu. Setelah kami dihadirkan dari rahimmu, kami di timang timang dan dibesarkan dalam penuh kasih sayang. Sekalipun dalam pertumbuhan kami selalu menyakiti hati ibu dengan tindakan dan ucapan, ibu tetap memberikan senyum kasih sayang.

Tidak hanya dibesarkan, kami dibina, dididik, dilatih hingga dibiayai pendidikan demi untuk nasip hidup kami. Untuk membiayai kami, pagi-pagi ibu keluar rumah untuk ke kebun dan hasil kebun ibu pergi jual di pasar. Kami sadar betul bahwa tempat jualan ibu adalah diatas pecek. Hanya tunggu jualannya dibeli, ibu mampu bertahan panas, dingin dan debu kendaraan.

Satu hal yang kami baru sadar dan mengerti sekarang adalah " SAAT KAMI MINTA UANG, KARENA TIDAK ADA UANG SAAT ITU, IBU TIDUR DALAM PENUH KEGELISAAN"
Kegelisaan ibu bukanlah sebatas kegelisaan, namun dalam kegelisaan ibu berupaya memikirkan cara untuk mendapatkan uang agar bisa dapat dikirimkan untuk anak anaknya yang sedang sekolah.

Sekalipun ibu malu, sekalipun hujang, sekalipun panas membakar tubuh, sekalipun malam, ibu tetap berusaha untuk anaknya. Ibu, engkau memang perkasa. Ibu, engkau memang luar biasa.

(saya masih ingat, mama Agapa adama pikul dua noken besar berisi ubi datang jual di Waghete. Sambil pikul mulai jalan kaki dari kampung Diyai tigi barat ke kota Waghete. Usaha itu mama lakukan saat saya mau berangkat ke Timika lanjutkan SMA.
Sungguh hati ini hancur ketika ingat perjuangan mama untuk saya)

MAMA AGAPA ADAMA PABRIK MANUSIA YANG MAMPU MENGHADIRKAN KAMI 8 BERSAUDARA (7 LAKI LAKI, 1 PEREMPUAN) DIATAS ALAM TIMIPOTU.

Sumber: Facebook Donatus Mote
                                                            

PENDIDIKAN DI OGOMU MATI


Frater Silvester Dogomo Di Depan Gereja Santo Fransiskus Xaverius Titigi

INTAN JAYA_Pendidikan di Ogomu paroki Santo Fransiskus Xaverius Titigi mati. Kata Frater Selvester Dogomo saat bertemunya di Pastoran Titigi, sabtu 2 Desember 2017 pukul 09. 00 waktu papua. 

Umat di Ogomu Distrik Nabia meminta Pater Dekan Dekenat Moni Puncak Jaya, pater Yustinus Rahangiar Pr untuk meminta bantuan guru agar ditempatkan disana. Ungkapnya.
Dogomo yang sedang menjalani Tahun Orientasi Karya di Dekenat Moni Puncak Jaya itu jangat kecewa dengan Genersi_generasi yang tidak bersekolah di sana.

Umat di ogomu juga meminta pihak_ pihak terkait untuk memperhatikan pendidikan disana. Terutama Pengurus Sekolah Wilayah (PSW) Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Yppk Tillemans Provinsi Papua dan lebih khusus Keuskupan Timika.
Dekenat Moni Puncak Jaya memiliki tiga Paroki; Paroki Santo Misael Bilogai, Paroki Bilai dan Paroki Santo Fransiskus Xaverius Titigi.

Saat ini Gedung PSW Dekenat Moni Puncak Jaya sudah sembilan puluh sembilan persen, untuk itu umat di Ogomu amat sangat mengharapkan Pater Dekan dekenat moni puncak jaya, Pater Yustinis Rahangiar Pr sebahai Kepela PSW dan pihak-pihak terkait untuk memperhatikan pendidikan disana demi membebaskan generasi disana dari keterbelakangan dan kegelapan. Harap mereka.

Selamat NATAL.
Salam Dari TARSUS DI Dugisiga_Damsik.
Damsik-Dugisiga, Jumat 22 Desember 2017.

HOUSE OF EXILE/RUMAH EXILE



Beruntung Dube

Pejuang kemerdekaan berdiri di atas gunung
Di negara asing
Mencoba mengirim pesan
Kepada bangsanya, kembali ke ghetto
Dia pernah punya rumah satu kali
Cinta seorang gadis
Tapi dia meninggalkannya
Oh iya aku bisa mendengarnya dengan jelas saat dia berbisik di udara
Suaranya terdengar nyaring dan jernih
Yang dia minta hanyalah sebuah doa dan saat dia berbalik untuk pergi, dia berkata

Paduan suara:
Aku masih di sini di rumah pengasingan
Demi cinta bangsa

Sun turun ke gunung
Burung terbang kembali ke tempat persembunyian mereka
Meninggalkannya berdiri di sana seperti tiang telepon
Di tengah malam
Kamu dan aku bermimpi
Bermimpi dari Romeo & Juliet
Yang dia impikan hanyalah kebebasan bangsa
Bila setiap orang akan setara Di mata hukum
Saat dia menutup matanya
Untuk terakhir kalinya dia berkata lagi