Tok! Sengketa Pilkada Intan Jaya, MK Menangkan Paslon Nomor 3


Sidang MK soal sengketa Pilkada Intan Jaya (Foto: Reni/Okezone)

Reni Lestari, Jurnalis · Selasa, 29 Agustus 2017 - 12:20 WIB


JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Nomor urut tiga, Natalis Tabuni dan Yann Robert Kobogoyauw sebagai pemenang Pilkada Kabupaten Intan Jaya 2017. 

Keputusan ini diambil setelah sebelumya mahkamah memerintahkan KPU Kabupaten Intan Jaya menyelenggarakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di tujuh TPS pada 11 Juli 2017, yaitu TPS 1, TPS 2, TPS 3, dan TPS 4 Kampung Emondi, Distrik Sugapa. Kemudian TPS 1 Kampung Soali, TPS 2 Kampung Unabundoga, dan TPS 1 Kampung Tausiga, Distrik Agisiga.

"Mengabulkan permohonan pemohon untuk seluruhnya, menyatakan hasil PSU di tujuh TPS adalah sah," kata Ketua MK Arief Hidayat di ruang sidang MK, Jakarta, Selasa (29/8/2017). 

Sebelumnya, rapat pleno rekapitulasi KPU Provinsi Papua, Sabtu 22 April 2017 menempatkan pasangan nomor urut dua Yulius Yapugau dan Yunus Kalabetme sebagai pemenang, dengan perolehan 33.958 suara. 

Tiga pasangan lain, nomor urut satu Bartolomius Mirip dan Deny Miagoni, memperoleh 8.636 suara, nomor urut tiga memperoleh 31.476 suara dan nomor urut empat Thobias Zonggonau dan Hermaus Miagoni memperoleh 1.928 suara. 

Pemohon atau pasangan nomor urut tiga menduga terjadi rekayasa oleh KPU Kabupaten Intan Jaya atas hasil penghitungan suara tersebut. Surat Keputusan KPU Intan Jaya Nomor: 16/Kpts/KPU-IJ/IV/2017 yang membatalkan Surat Keputusan KPU Intan Jaya Nomor: 14/Kpts/KPU-IJ/IV/2017 menunjukkan perubahan hasil penghitungan suara pada salah satu pasangan calon. 

Perubahan itu terjadi pada hasil penghitungan pasangan calon Natalis Tabuni-Yann Robert. Sebelum penetapan pembatalan surat keputusan, pasangan tersebut memperoleh suara sebanyak 34.720.

 Namun, setelah adanya surat keputusan penetapan hasil rekapitulasi selanjutnya, jumlah suara pasangan Natalis-Yann berkurang menjadi 31.476. Sementara jumlah suara ketiga pasangan lain tetap, masing-masing Bartolomius-Deny 8.636 suara, Yulius-Yunus 33.958 suara, dan Thobias-Hermaus 1.928 suara.

Setelah dilakukan PSU di tujuh TPS, perolehan suara menjadi:
1. Pasangan nomor urut 1 6.167 suara
2. Pasangan nomor urut 2 34.395 suara
3. Pasangan nomor urut 3 36.883 suara
4. Pasangan nomor urut 4  1856 suara 

Dengan demikian, MK memerintahkan KPU melaksanakan keputusan ini. "Memerintahkan termohon untuk melaksanakan putusan ini," tutur Arief seraya menutup sidang. 

Sementara itu, simpatisan pasangan nomor urut dua yang tidak menerima putusan ini menggelar demonstrasi di depan gedung MK. Mereka menyatakan menolak putusan tersebut dan meminta bertemu dengan sembilan hakim konstitusi yang memutus. Sejumlah anggota kepolisian sudah disiagakan untuk mengamankan gedung. 
(ran)



Wanita Pasifika pertama dianugerahi Penyair Selandia Baru



Auckland, Jubi - Seorang Penyair dan akademisi di Auckland, Selandia Baru telah menjadi wanita Pasifika pertama yang menerima penghargaan sebagai Penyair Selandia Baru, New Zealand's Poet Laureate.

Selina Tusitala Marsh, yang merupakan keturunan Samoa, Tuvalu, Skotlandia dan Prancis, mengambil salah satu penghargaan nasional paling bergengsi membuktikan kontribusi luar biasa Marsh terhadap dunia puisi di Selandia Baru.
Tahun lalu Dr Marsh terpilih sebagai Penyair Perserikatan Commonwealth dan tampil di depan Ratu Elizabeth II.

Dia juga menerima tongkat Tokotoko atau tongkat orator.
"Untuk menerima pengakuan sebesar ini adalah luar biasa. 
Untuk dapat memangku peran ini adalah luar biasa - saya sangat antusias untuk membawa tokotoko ini ke masyarakat dan menyusun puisi," kata Dr Marsh dalam sebuah pernyataan.
Dr Marsh adalah orang Pasifik pertama yang lulus dengan gelar PhD dalam Sastra Inggris dari Universitas Auckland.

Seorang advokat Puisi dan Sastra Pasifika yang kuat, Dr Marsh mengajar di Universitas Auckland dengan spesialisasi dalam bidang literatur Māori dan Pasifik.
Marsh adalah penulis yang telah memenangkan penghargaan dari tiga koleksi puisi, termasuk buku barunya, Tightrope, yang diluncurkan pada hari Jumat lalu (25/8/2017).(Elisabeth C. Giay)

Sumber: http://tabloidjubi.com


Kawan Selama Ini Ko Buru Perempuan


Otianus Sondegau Yang Diburuh Dan Dibunuh Oleh Brimob Di Depan Rumahnya Di Sugapa Intan Jaya

Kawan ko masih berburuh truss ee
Kaya ko berburu binatang liar ka
Baru yang ko buru juga perempuan
Perempuan yang ko buru truss

Kawan Kalau ko laki-laki ko pigi berburuh ditempat berburuh, karena yang selama ini ko buru tu perempuan
Kawan ko tau too, Perempuan tu tidak bisa pegang busur dan anak panah dan tidak tao berburuh

Kawan kalao ko laki-laki ko akan lawan laki-laki yang juga pegang busur dan anak panah yang sama dengan ko
Kalau ko perempuan ko akan truss berburu perempaun, tapi ingat kawan ko pu saudara juga ada perempaun banyak

Kawan ko pu ulah, jangan sampai kawan ko pu saudara perempaun yang jaga kios tu kena sihir atau ko pu saudara perempuan yang tukang ojek tu kena sulap atau ko pu saudara perempaun yang kerja di kantor tu kena mandra

(By; Migani-Malla)
 

Kawan Ko Tra Sakit Too



Kawan Ko Bunuh Orang pu Bapa
Ko bunuh orang pu mama
Ko bunuh orang pu kaka
Ko bunuh orang pu ade
Ko bunuh orang pu om

Kawan ko tra sakit eeeee
Kawan ko mungkin tercipta dari besi
Memang ko besi, jadi ko bunuh ko pu bapa
Ko bunuh ko pu mama
Ko bunuh ko pu kaka
ko bunuh ko pua ade
ko bunuh ko pu om, karena Ko tra sakit too

Kawan ko tra sakit too, karena ko benda mati
Ko bunuh ko bapa atau ko bunuh ko pu mama, ko tra sakit ee,karena ko besi too

Kawan ko bunuh ko pu anak, karena ko tra sakit to, kawan ko bunuh ko pu ade, ko tra sakit to, kawan ko bunuh ko pu kaka, karena kawan ko benda mati, jadi ko tra sakit too

(By; Migani Malla)