Apa itu Kebenaran?


Hari ini kita akan membahas ajaran Yesus di Matius 4:17, "Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" Di Matius 3:15, ayat yang diuraikan di dalam khotbah tentang "Penundukan", Yesus berkata, "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya
Yesus berkata, "Biarlah hal itu terjadi". Ketika Yohanes mencoba untuk mencegah Yesus menerima baptisan, Yesus berkata, "Terimalah Aku untuk dibaptis." Yesus menundukkan diri-Nya pada baptisan Yohanes. Yang lebih tinggi menundukkan diri pada yang lebih rendah. Dengan demikian Yesus menunjukkan inti dari kebenaran, yaitu sikap penundukan demi Allah untuk menggenapkan seluruh kebenaran.
Di pesan yang membahas Matius 4.17, kita akan memusatkan perhatian pada kata 'righteousness (kebenaran)' ini. Yesus berkepentingan untuk menggenapkan seluruh kebenaran, bukan hanya sebagian atau sebagian besar kebenaran, tetapi seluruh kebenaran. Apa artinya? Apakah arti kebenaran di dalam Alkitab? Apa arti menggenapkan seluruh kebenaran? Pada dasarnya, kata itu berarti menggenapkan seluruh perintah atau kehendak Allah bagi kita. Namun kebenaran tidak boleh sekadar dipahami sebagai pelaksanaan perintah eksternal saja.

Kebenaran adalah kata yang sangat praktis di dalam Alkitab, bukan satu istilah teologis yang kabur. Kehidupan terdiri dari berbagai macam hubungan. Dan kebenaran berkaitan dengan kehidupan dan hubungan-hubungan kita. Kebenaran di dalam Alkitab berkaitan dengan hubungan yang benar dengan Allah dan sesama manusia. Ini adalah hal yang sangat penting untuk dipahami.

Yesus berkata bahwa segenap perintah Allah dapat dirangkum di dalam satu kalimat, yaitu "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Kalimat itu merangkum segenap kebenaran. Dari sini kita melihat bahwa kebenaran itu adalah hubungan yang benar. Alkitab mendefinisikan hubungan yang benar itu sebagai ungkapan kasih - mengasihi Allah dengan segenap keberadaan, hati, jiwa dan kekuatan Anda, yang tidak dapat dipisahkan dari mengasihi atau memperlakukan sesama manusia seperti diri Anda sendiri.
Demikianlah, Yesus berkata kepada Yohanes Pembaptis, "Terimalah Aku untuk dibaptis, karena Aku menundukkan diri pada baptisanmu, demi menggenapkan seluruh kebenaran." Mengapa? Karena memang inilah perintah dan kehendak Allah.
Setiap perintah Allah dirancang untuk berdampak pada hubungan kita dengan-Nya dan dengan sesama manusia. Sebagai contoh 10 Perintah itu. Setiap dari 10 perintah itu berkaitan dengan hubungan kita, entah dengan Allah atau dengan sesama manusia. Setiap pengabaian pada perintah Firman Allah akan mempengaruhi hubungan kita dengan Allah dan dengan sesama manusia.

Kebenaran juga berada di jantung ajaran Yesus di Matius 4.17 ini. Yesus disebut sebagai pemberita kebenaran. Nuh digambarkan oleh Petrus di 2 Petrus 2:5 sebagai seorang pemberita kebenaran. Setiap pemberita di dalam Alkitab adalah pemberita kebenaran. Sayangnya, kebenaran tidak lagi merupakan tema di lingkungan gereja. Di zaman ini, keselamatan sudah dipisahkan dari kebenaran. Keselamatan tanpa kebenaran menjadi semacam dongeng resmi.

Sekarang ini kebenaran menjadi suatu hal yang diterima sebagai suatu fakta; Anda dinyatakan benar tanpa perlu adanya kebenaran nyata di dalam kehidupan Anda. Dengan kata lain, Anda dinyatakan benar sekalipun Anda tidak memiliki kebenaran dan Anda tidak menjadi benar. Sejujurnya, dongeng resmi semacam ini tidak ada isinya di dalam pengajaran yang alkitabiah. 
Apakah Keselamatan hanya sekadar pengampunan dosa?
Kita akan melihat Doktrin Keselamatan sebagaimana yang diajarkan oleh Yesus. Hasrat dan niat saya adalah bahwa tak seorang pun yang mendengarkan pesan ini gagal memahami dengan jelas apa ajaran yang alkitabiah mengenai keselamatan.

Jika ditanya apakah keselamatan itu. Apa yang akan menjadi jawaban Anda? Jawaban yang umum diberikan adalah, "Keselamatan berkaitan dengan pertobatan. Allah mengampuni dosa Anda, dan karena dosa Anda telah diampuni, maka Anda selamat." Itulah kira-kiranya rangkuman dari isi keselamatan yang umumnya diuraikan. Di dalam Alkitab, makna keselamatan jauh lebih mendalam daripada sekadar pernyataan pengampunan. Pengampunan dosa hanya merupakan sebagian saja dari makna sesungguhnya.
Jika yang disampaikan hanya pengampunan dosa, maka ini berarti kita belum mengajarkan keseluruhan tentang keselamatan. Tak heran jika orang yang mendengar itu akan terus menerus melakukan dosa dan kembali lagi untuk meminta pengampunan lalu berbuat dosa lagi dan minta ampun lagi. Dan akhirnya di dalam keputus-asaannya, karena tak pernah memenangkan pertempuran melawan dosa, dia memutuskan untuk berhenti menjadi Kristen sama sekali. Sudah banyak sekali orang semacam ini, orang yang hidup dalam kekalahan mutlak, yang tidak dapat mengatasi dosa, yang selalu saja kembali untuk meminta pengampunan setiap minggu. Hidup di dalam lingkaran setan ini membuat mereka sangat frustrasi karena merasa bahwa peperangan demi kebenaran ini tak dapat dimenangkan. Itukah ajaran yang alkitabiah tentang keselamatan?
"Bertobatlah"

Setelah Yohanes Pembaptis ditangkap dan dibunuh oleh Herodes, Yesus memulai pelayanan-Nya, seolah-olah mengambil alih pemberitaan Yohanes. Yesus memberitakan hal yang tepat sama dengan Yohanes Pembaptis. Di Matius 3:2, Yohanes Pembaptis berkata: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" Dan Yesus di Matius 4:17 memberitakan, "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" Pemberitaan yang persis sama dengan Yohanes Pembaptis! Bedanya adalah Yesus menyampaikan pesan yang lebih mendalam, dibandingkan dengan apa yang mampu dipahami oleh Yohanes Pembaptis saat itu.
Ucapan Yesus yang pertama adalah, "Bertobatlah." Pertobatan hanya bermakna bagi orang yang mengutamakan kebenaran. Karena pertobatan adalah hal berpaling dari dosa dan merangkul kebenaran. Pertobatan berkaitan dengan pembalikan dari hidup lama dalam dosa menuju hidup baru dalam kebenaran. Buat apa orang bertobat jika dia tak peduli pada kebenaran? Dia puas dengan hidupnya dalam dosa. Jika Anda berkata pada orang di jalan, "Bertobatlah." Dia akan menjawab, "Buat apa? Aku tidak keberatan hidupku dikuasai dosa. Hidupku cukup memuaskan." Karena dia tidak peduli dengan kebenaran, maka kata 'bertobat' tidak memiliki makna baginya. Dengan kata lain, pertobatan bukanlah bahasa bagi setiap orang yang tidak tertarik dengan kebenaran. Anda menyia-yiakan waktu meminta orang yang tidak peduli pada kebenaran untuk bertobat.

Nah, mengapa kita harus bertobat? Baik Yohanes Pembaptis maupun Yesus melanjutkan dengan berkata bahwa karena Kerajaan Allah atau Kerajaan Surga sudah dekat. Keduanya merupakan hal yang sama di dalam Perjanjian Baru. (Orang-orang Yahudi menggunakan kata 'Surga' (Heaven) karena mereka tidak mau menyebut nama 'Allah' secara sembarangan. Mereka tidak berani secara langsung menyebutkan nama yang ilahi itu, jadi mereka memakai cara circumlocution, yaitu memakai istilah yang mendekati maknanya dengan menggunakan kata 'Heaven'). Jadi kita menyadari bahwa Kerajaan Allah sudah dekat dan kita bertobat.
Nah, apakah itu Kerajaan Surga? Kita akan melihat ke dalam Roma 14:17 untuk mendapatkan penjelasan dari Paulus tentang Kerajaan Surga. Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran (kita kembali pada kata 'kebenaran'), damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Perhatikan hal ini: kebenaran, damai sejahtera dan sukacita. Ketiganya tak terpisahkan. Tanpa damai sejahtera, Anda tidak mendapatkan sukacita. Tanpa kebenaran, Anda tidak mendapatkan damai sejahtera. Jadi tanpa kebenaran, Anda tidak mendapatkan damai sejahtera dan sukacita. Kebenaran adalah hal yang mendasar.

Banyak orang Kristen yang mengaku telah menjadi Kristen tapi tidak mengalami damai sejahtera dan sukacita. Ini adalah karena kebenaran belum masuk di dalam hidup mereka. Tanpa kebenaran tak akan ada damai sejahtera dan sukacita. Anda tidak akan sampai pada damai sejahtera dan sukacita tanpa melalui kebenaran. Saya harap Anda bisa memahami hal ini dengan jelas.
Jika Anda menjadi Kristen karena di dalam sebuah KKR Anda telah mengacungkan tangan ketika si penginjil meminta Anda melakukannnya. Dan Anda mengira bahwa Anda akan memiliki damai sejahtera dan sukacita, maka Anda akan kecewa karena jika kebenaran belum menjadi realitas di dalam hidup Anda, maka damai sejahtera dan sukacita menjadi hal yang tak akan pernah tercapai di dalam hidup Anda. Kedua hal itu tidak akan menjadi bagian hidup Anda. Damai sejahtera dan sukacita yang rohani tak akan bisa dimiliki tanpa adanya kebenaran.

Terlalu banyak ibadah, terlalu sedikit kebenaran
Jadi apa itu Kerajaan Allah? Kerajaan Allah adalah kebenaran. Ini yang harus terjadi dulu dan yang paling utama, dan selanjutnya damai sejahtera dan sukacita di dalam Roh Kudus. Yaitu, Roh Kudus adalah Pribadi yang menjadikan kebenaran ini. Sangatlah penting untuk memahami hal ini. Roh Kudus adalah Pribadi yang membuat kebenaran, damai sejahtera dan sukacita ini menjadi nyata di dalam hidup Anda. Jadi Roh Kudus dari Allah adalah kunci untuk memahami Kerajaan Allah. Dengan kata lain, Kerajaan Allah baru menjadi realitas di dalam hidup Anda ketika Roh Kudus dari Allah masuk ke dalam hidup Anda dan meneguhkan kebenaran di situ dan selanjutnya, masuklah damai sejahtera dan sukacita.

Seluruh Alkitab adalah tentang kebenaran. Apakah yang Allah cari dari antara orang Israel di dalam Perjanjian Lama? Semua nabi di dalam Perjanjian Lama memberitakan kebenaran. Sekarang kita paham mengapa Yohanes Pembaptis memberitakan kebenaran. Anda yang telah membaca tentang nabi-nabi dari Perjanjian Lama akan melihat penekanan pada pokok kebenaran dimana-mana. Anda tak akan bisa meluputkannya. Jika Anda lihat Yesaya pasal 1, Anda akan melihat penekanan pada pokok kebenaran. Yesaya berseru kepada umat yang religius ini, yaitu orang-orang Yahudi, dengan berkata, "Masalah kalian adalah bahwa kalian terlalu banyak ibadah tetapi terlalu sedikit memiliki kebenaran." 

Saya pikir kita bisa mengatakan hal yang sama pada gereja masa kini-terlalu banyak ibadah tetapi terlalu sedikit memiliki kebenaran, terlalu banyak lagu pujian, terlalu banyak acara gereja, terlalu banyak PA, terlalu banyak bicara, dan terlalu sedikit tindakan. Tak heran jika orang non-Kristen berkata, "Lihat dirimu sendiri, orang Kristen! Kapan kamu lebih baik daripadaku?" Dan apakah jawab orang Kristen? "Yah, ini tak ada kaitannya dengan siapa yang lebih baik. Ini cuma masalah mempercayai pokok ini dan itu sebagai suatu hal yang benar." Tidak kena sama sekali; Alkitab tidak berbicara seperti itu! Jangan coba-coba lari dari tudingan orang-orang non-Kristen ketika mereka berkata, "Kamu berperilaku munafik, jadi, aku tidak mau menjadi orang Kristen." Jangan berkata, "Yah, keselamatan tidak berkaitan dengan hidupku, ini adalah masalah kepercayaan." Itulah kemunafikan! Omong kosong! Kerajaan Allah adalah kebenaran. Dan jika Anda tidak memiliki kebenaran di dalam hidup Anda, maka Anda tidak tahu apa-apa tentang Kerajaan Allah, tak peduli seberapa besar kepercayaan Anda.

Orang Yahudi tidak pernah kekurangan ibadah. Mereka juga tidak kekurangan iman di dalam pengertian ibadah. Apakah orang Yahudi percaya kepada Allah? Tentu saja mereka percaya kepada Allah. Apakah mereka percaya bahwa Allah itu Esa? Tentu saja mereka percaya bahwa Allah itu Esa. Apakah mereka percaya bahwa Alkitab itu Firman Allah? Tentu saja orang Yahudi percaya bahwa Alkitab itu adalah Firman Allah. Lalu apa yang tidak mereka percayai?

Tidak ada orang-orang yang lebih religius dari pada orang Yahudi, akan tetapi Yesaya tetap saja menghardik orang Yahudi. Bacalah Yesaya pasal 1. Di sana disebutkan, "Kamu beribadah ke Bait Allah setiap hari, mempersembahkan korban, kambing dan dombamu. Doamu panjang sekali." Orang-orang Yahudi mengucapkan doa Shema, pengakuan iman yang mendasar bagi orang Yahudi sebanyak 3 kali sehari. Mereka tak pernah lalai berdoa. Setiap hari mereka berkerumun memenuhi Bait Allah. Setiap hari menghaturkan korban dan persembahan. Tetapi Yesaya berkata kepada orang-orang Yahudi, "Bawa pergi persembahan-persembahanmu itu dari sini. Bawa pergi semua. Siapa yang menghendaki darah hewan korban? Yang Kukehendaki adalah kebenaran. Aku tak ingin ibadahmu. Yang ingin Kulihat adalah kebenaran di dalam hidupmu-saat keadilan ditegakkan bagi orang miskin, saat para janda dan anak yatim dipelihara dan bukannya ditindas, saat orang miskin tidak perlu menutupi mukanya dengan debu. Kerjakan ibadahmu di luar sana dan beri Aku kebenaran. Bawa pergi korban persembahanmu." Begitulah pemberitaan dari nabi-nabi Perjanjian Lama.

Inilah yang tertulis di dalam Alkitab. Pesan yang disampaikan memang tidak nyaman. Dan jika Anda membaca kitab Amos, maka Anda akan menjumpai hal yang sama: Allah berkata, "Kapan kamu mau bertobat, hai Israel? Kapan kamu mau berpaling? Aku tidak menginginkan persembahanmu. Aku jemu dengan persembahanmu. Beri Aku kebenaran" (Amos 4:5). Dan di dalam Amos 5:24 Allah berkata, "Biarlah kebenaran mengalir seperti sungai yang selalu mengalir. Itulah yang ingin Kulihat."
Tapi sekarang ini, kebenaran telah diencerkan. Keselamatan telah dibuat menjadi gampangan sama seperti yang dilakukan oleh orang Yahudi yang mengira bahwa keselamatan adalah perkara mudah. Kebenaran tak pernah menjadi barang gampangan. Kita tidak bisa menaruh kebenaran di luar Gereja jika kita ingin setia kepada Allah.

Yesus berkata di dalam Matius 5:20, "Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga." Orang-orang Farisi adalah kaum yang paling religius yang pernah ada di dunia ini. Di dalam sejarah agama Anda tidak akan menemukan kaum yang lebih religius dari kaum Farisi. Mereka sangat taat pada perincian aturan dan pada tata ibadah. Mereka berpuasa 2 kali seminggu dan berdoa 3 kali sehari. Anda tidak akan bisa menyaingi mereka dalam hal kegiatan ibadah. Tetapi Yesus berkata, "Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga." Waah! Benar-benar dahsyat! Tak heran jika banyak gereja juga sering berpikir: Siapa yang akan diselamatkan dengan syarat semacam ini? Karena itu, mari kita encerkan pesannya. Mari kita buat lebih mudah. Akan tetapi Yesus memperingatkan, "Barangsiapa mengurangi tuntutan kebenaran Allah sedikit saja, orang itu akan menghadapi kesulitan untuk masuk ke dalam Kerajaan." (Matius 5:18-19).

Nah, pertimbangkanlah, kebenaran kita harus melebihi kebenaran orang-orang Farisi. Anda tentu ingat bahwa Paulus sendiri tidak malu menyebut dirinya sebagai orang Farisi. "Aku orang Farisi," bukan "Aku pernah jadi orang Farisi," demikian kata Paulus. Tentunya Anda ingat ayat di dalam Kis 23:6, di mana pada waktu diadili Paulus membuat pernyataan, "Aku orang Farisi." Tahukah Anda mengapa sebagai seorang Kristen, dia tidak takut menyebut dirinya sebagai orang Farisi? Karena orang-orang Farisi memegang doktrin yang hampir seluruhnya sama dengan yang diyakini oleh orang Kristen. Sungguh mengejutkan. Jika ada di antara Anda yang mau membaca satu karya luar biasa yang disusun oleh Strack dan Billerbeck, dua orang cendekiawan Jerman, yang menyusun tafsiran Perjanjian Baru dengan merujuk kepada Talmud, Anda akan terkejut melihat bahwa dari pokok ke pokok yang lainnya, orang-orang Farisi ternyata mengajarkan hal yang sama dengan ajaran Kristen. Jadi janganlah menipu diri sendiri dengan mengira bahwa penjelasan iman yang ortodoks itu menjamin keselamatan Anda.

Yakobus mencoba memperingatkan kita akan hal ini di dalam Yak 2:19, dia berkata, "Jangan katakan pada dirimu, 'Aku percaya hanya ada satu Allah.' Setan percaya akan hal itu juga. Jangan katakan pada dirimu, 'Aku percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah.' Setan percaya akan hal itu juga, dan dia justru lebih menyakini hal itu." Dan di dalam Injil, orang-orang yang dirasuk setan itulah yang berkata, "Engkau Yesus, Anak Allah." Mereka tahu akan hal itu. Mereka percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah. Mereka percaya pada-Nya. Dan Yesus sampai perlu membungkam mereka dengan berkata, "Diamlah!" Dia tidak mengijinkan mereka berbicara. Dia tidak butuh kesaksian dari setan-setan. Akan tetapi para setan itu percaya bahwa Dia adalah Anak Allah. Setan yang bernama Legion berkata kepada Yesus, "Apakah Engkau datang untuk menyiksa kami sebelum waktunya, hai Anak Allah?" Mereka tahu bahwa Dia adalah Anak Allah. Dia adalah Hakim bagi surga dan bumi. Setan-setan percaya itu. Jangan merasa cukup sekadar mempercayai bahwa Yesus adalah Anak Allah. Jika iman Anda belum diubah menjadi kebenaran di dalam hidup, iman itu hanya menjadi semacam pengetahuan saja, dan iman itu tidak akan menyelamatkan Anda. Itulah hal yang disampaikan oleh Yakobus di dalam pasalnya yang kedua.
Sumber: http//:www. Cahayapengharapan.Org

PELAYANAN YANG PERLU DI CONTOHI

Kletus Mirip Celana Merah Badan Kosong (Foto: Mepa)
INTAN JAYA – Papua pada umumnya dan pedalaman intan jaya secara khusus di buka oleh para missionaris dengan menyebarkan agama. Isolasi daerah di papua dibuka oleh agama bukan pemerintah, ungkap Kletus Mirip saat bertemunya di Sugapa intan jaya baru-baru ini.
Mirip yang sudah tiga puluh lima tahun (35) mengapdikan diri tanpa honor dan gaji ini mengatakan; dirinya bekerja dengan penuh sabar dan rela berkorban sejak usianya dua puluh tahun.  Kletus mengapdi sebagai Guru, Gembala/Katakis dan juga sebagai kepala kampung. Tiga pekerjaan itu rangkap dengan tujuan anak – anak bisa bersekolah dengan baik. Saat dirinya mengapdi banyak tantangan, hambatan, ejekan dan juga pukulan dari berbagai pihak sambil menunjukan bekas luka di belakangnya yang di tusuk, namun dirinya tetap sabar dalam pelayanan.  

Kletus menceritakan; Dirinya melakukan pengapdian agar kelak generasi bisa menikmati hasil seperti saat ini banyak murid-murid-nya yang menjadi pemimpin di Kabupaten Intan Jaya, namun para pemimpin di kabupaten intan jaya tidak menjalankan tugas dan tagungjawab yang sudah diberikan dari Tuhan, Negara dan di percayakan oleh seluruh lapisan masyarakat yang ada di kabupaten intan jaya, untuk itu dirinya mengharapkan agar uang Otonomi Khusus yang di khususkan untuk pendidikan harus membiayai Mahasiswa asal kabupaten Intan Jaya, karena dirinya melihat ada mahasiswa dari kabupaten lain dapat bantuan dari anggaran untuk mahasiswa kabupaten intan jaya.

Lanjut Kletus; kami masyarakat kecil yang tidak tahu apa-apa yang otak sakit (Mego Imba), karena masyarakat melihat para pemimpin di kabupaten intan jaya membagun kabupaten Nabire dengan Rumah tingkat-tingkat, beli motor, mobil dan trek. Dan juga istri simpanan dimana, anak taru dimana, makan dimana? Sehingga Roda  pemerintahan kabupaten intan jaya mati total. Kami mau bilang KPK Juga Negara ini negara bayar-bayar, jadi KPK tidak akan tangkap orang-orang yang menghabiskan uang negara yang mengatasnamakan rakyat intan jaya, jadi kami mau buat apa.

Lebih lanjut Keletus mengatakan; para pemimpin di kabupaten intan jaya maunya di LAYANI. Para pemimpin di intan jaya mengingikan orang dari tempat lain yang datang MELAYANI. Sehingga dirinya mengiginkan kerja jujur, saling menghargai, saling memaafkan, saling percaya dan saling membagun kerja sama demi MELAYANI Umat Tuhan di kabupaten intan jaya demi kemajuan kabupaten intan jaya, karena permusuhan, iri hati, ambisi, kepentingan dan kekuasaan tidak akan membawa perdamaian di bumi dan di akhirat.

Atto Mirip: Suara Dari Lapangan Itu Yang Harus Pleno Dan Di Tetapkan

Atto Mirip di Kursi Roda-nya (Foto: Mepa)
NABIRE- Tuhan sudah tentukan dan Masyarakat intan jaya sudah memiliha setiap bakal calon yang akan duduk di lembaga legislatif kabupaten Intan Jaya, ungkap Atto Mirip ketika menemuinya di Karang Mulia Nabire, JUMAT 27 Juni 2014 pukul 15. 25 Waktu Papua.
Atto mengatakan;  distrik Agisiga ada dua puluh tiga (23) Caleg yang maju dari dua belas (12) partai yang ada di kabupaten intan jaya dan di Distrik Agisiga Partai PDI-P yang menonjol dengan memperoleh Seribuh Dua Ratus Tujuh Puluh Tujuh (1. 277) suara dan hal ini sudah di ketahui oleh tiap-tiap TPS di Distrik Agisiga. Namun  ada kepentingan-kepentingan sehingga terjadi manipulasi suara.

Lanjutnya; Dirinya berjuang dengan kursi roda demi daerah dan generasi, untuk itu Atto mengharapkan kepada para DPRD, para Caleng, Ketua Partai dan KPUD Intan Jaya untuk tidak memanipulasi suaranya. “Jangan main sembunyi-sembunyi, jangan main kepentingan-kepentingan, Pokja tolong ajukan bakal calon yang memperoleh suara terbanyak ke KPUD intan jaya agar di Pleno, ditetapkan dan diumumkan”.
Atto yang cacat sejak tahun 2002 itu menambahkan; Saat dirinya kampanye di intan jaya dan saat menyampaikan Visi, Misi sudah ada tanda bintang dan bintang ini sudah disaksikan oleh seluruh rakyat pada pukul 11. 00 Waktu Papua dan bintang itu menurut Atto merupakan suatu petunjuk dari alam dan terutama sang pencipta.

Atto yang maju caleg dari partai PDI-P itu mengatakan;  “Suara dari lapangan itu rakyat punya dan suara rakyat itu adalah suara Tuhan, maka rakyat sudah tahu, Tuhan juga sudah Tahu dan semua sudah tahu“. Sehingga KPUD Intan Jaya dan pihak-pihak yang punya kepentingan tidak boleh manipulasi suara dan tidak boleh lama-lama untuk penetapan, karena rakyat intan jaya sudah menderita cukup lama dan saat ini rakyat haus akan pembagunan. “Rakyat saya menagis, saya juga menagis”. Jadi keadaan penderitaan rakyat intan jaya saat ini tidak boleh dibiarkan, untuk itu jangan lama-lama untuk penetapan dan pengumuman caleg intan jaya suapaya kita semua meng-Gerakkan roda pembagunan agar rakyat menikmatinya. Tuturnya.

Lagi, Jalan Raya Sugapa Hitalipa Di Palang dan Masyarakat Menyatakan Boikot Pilpres


Zadrak Nawipa, Linus Tabuni dan Karel Ogajau (Foto: Misael Maisini)
INTAN JAYA – Pemalangan di tempat ini sudah tiga kali dilakukan, karena selalu terjadi ketidakadilan dalam pemerintahan kabupatten intan jaya. Hal ini dijelaskan Benyamin Maisini ketika wartawan menghubungginya nomor kontaknya 0852 – 4485 – 0187, di tempat kejadian perkara , Rabu 21 Mei pukul 12. 00 Waktu Papua. 

Benyamin Maisini Menjelaskan; pada bulan Maret 2013 lalu di tempat ini pertamakali dilakukan pemalangan, karena pembagian esalon II, III dan IV yang tidak merata. Dan pemalangan kedua dilakukan pada bulan maret 2014, karena dualisme Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) inan jaya dan dualisme Panitia Pemilihan Distrik (PPD) dan saat ini masyarakat lakukan pemalangan, karena Suara dari masyarakat telah dicuri oleh KPU dan kasih ke Caleg lain, sehingga masyaraka intan jaya meminta suara dari lapangan itu yang harus diplenokan dan ditetapkan oleh KPU. 

Lanjut Maisini; jika KPU Tidak lakukan pengembalian suara kepada masing-masing caleg, maka pemilihan umum presiden akan diboikot. Karena Ketua Pokja Provinsi Papua, Zadrak Nawipa saat tiba di Sugapa dan berbicara dihalaman Polsek Sugapa bahwa; Berita acara pemilihan umum tahun 2014 Cuma satu sehingga suara dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang akan di rekap oleh PPD sehingga KPU tinggal pleno dan penetapan. 

Benyamin Menambahkan; KPUD intan jaya, Linus Tabuni saat itu juga pernah katakan; hal yang sama seperti kata-kata Zadrak Nawipa; suara dari lapangan itu yang dibawa ke KPUD, Suara tersebut jangan bawa pada pagi hari atau siang hari, tetapi masyarakat bersama TPS dan PPS bawa suara itu pada siang hari. Kalau pagi hari atau malam hari kami KPUD tidak akan terima.  “A begawogo ngela mbogindagangga nata wuguma dameaa nene, tibaguma na tawa timunggga na tawa dogomayaa tai nonopa dameaanimbuame’’.

Masyarakat yang lain, Ananias Sondegau juga mengatakan Boikot Pemilihan Presiden, jika suara dari lapangan tidak dikembalikan ke masing-masing Caleg Kabupaten maupun caleg Provinsi. Sondegau menambahkan; KPU Intan Jaya tidak akan turunkan suarat suara untuk pilpres di intan jaya, karena KPU tidak kembalikan suara rakyat.

Sebelumnya, selasa 20 Mei 2014 pukul 19. 25 Beny Tipagau saat menghubungnya dinomor kontak; 0812 – 4000 – 2227 di tempat kejadian perkara, Beny menjelaskan; sebenarnya masyarakat tidak ingin melakukan pemalangan, jika KPUD intan jaya dan oknum-oknum tertentu melakukan pleno di intan jaya secara langsung, umum, bebas dan rahasia. lanjutnya; masyarakat minta keadilan dari KPUD dan Oknum-oknum tertentu supaya suara dari rakya itu yang diplenokan dan ditetapkan.
wartawan bertanya siapa-siapa yang melakukan pemalangan, Tipagau menjelaskan;  tidak bisa bilang siapa-siapa, tetapi pemalangan ini dilakukan oleh masyarakat dari delapan distrik yang ada di kabupaten intan jaya yang menuntut keadilan, tegasnya. 

Ditempat yang berbeda sala satu DPRD Kabupaten Intan Jaya mengatakan; kami sudah sampaikan kepada kapolda papua Tito Karnivan bahwa suara dari masyarakat itu yang dipleno dan ditetapkan, jika hal itu tidak dilakukan, maka kami masyarakat intan jaya akan boikot pemilihan presiden. Lanjutnya; kami juga sudah sampaikan ke kapolda bahwa; kami minta suara dari rakyat dan apabila itu tidak dikembalikan, maka akan terjadi perang di intan jaya, namun Kapolda Papua, Tito Karnivan tidak tanggapi hal itu.

Sementara ditempat yang berbeda, Rabu 21 Mei 2014 pukul 11. 25 Waktu Papua, ketika wartawan menghubunggi Aner Maisini dari Partai Amanat Nasional (PAN) nomor urut sembilan yang maju caelg di DPR-P dengan nomor kontak: 0813 – 4062 – 9497, Aner menjelaskan; Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) sudah serahkan berita acara dari tiap-tiap kampung di kabupaten intan jaya kepada Panitia Pemilihan Distrik (PPD) agar lakukan. Rekapan itu sudah diserahkan ke KPUD intan jaya, namun kenapa KPUD ke Biak dan lakukan pleno dan penetapan di hotel Aston Jayapura.   

Lanjut Aner ; perolehan suara dari lapangan untuk sebelas (11) caleg yang maju di DPR-P diahlikan untuk satu Caleg. Caleg tersebut memperoleh suara dilapangan tiga ribu suara (3. 000) dan setelah tiba di jayapura suara caleg tersebut bertambah menjadi enam puluh satu ribu (61. 000) suara. Hal itu menurutnya; sejarah baru kehancuran daerah yang segaja diciptakan KPUD dan oknum-oknum tertentu di intan jaya, karena suara dilapangan Partai PAN yang menang dengan perolehan suara dua pulu empat ribu enam ratus enam puluh enam suara yang di alihkan ke caleg attas nama Thomas Sondegau dari partai Demokrat nomor urut tujuh.  
Aner melanjutkan; mendesak Komisi Pemilihan Umum Provinsi (KPUP), Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan Makama Konstitusi (MK) untuk segera meninjau kembali kecurangan yang dilakukan KPUD inta jaya dan segerah memberhentikan tiga KPUD intan jaya. 

Wartawan menyanya; tiga orang KPUD intan jaya yang diminta untuk diberhentikan itu siapa-siapa? Aner mengatakan; Linus Tabuni sebagai Ketua KPUD intan Jaya, Linus Bagau sebagai ketua Pokja kabupaten intan jaya dan Serpianus Sondegau, karena agenda nasional yang sengaja ingin dibatalkan oleh KPUD, jadi ini bukan salah masyarakat dan masalah para caleg.  Lanjutnya; sebenarnya yang ciptakan masalah adalah tiga KPUD tersebut sehingga apapun masalah yang akan terjadi kemudian hari di intan jaya harus di tagung oleh KPUD atas kecurangan-kecurangan yang dilakuakan selama pemilihan calon legislatif kabupaten intan jaya 2014 ini, Tegasnya. 



Bermasalah, KPUD Intan Jaya Diadukan Ke Bawaslu

Linus Tabuni, Ketua Kabupaten Intan Jaya (baju putih), dan kedua anggota, Linus Bagau dan Serpianus Sondegau (Foto: Oktovianus Pogau/Suara Papua)
PAPUAN, Jayapura — Komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Intan Jaya diadukan oleh sejumlah saksi partai politik, karena dalam rapat pleno rekapitulasi suara tingkat Provinsi yang diselenggarakan di salah satu hotel ternama di Kota Jayapura, Rabu (7/5/2014) dini hari, dianggap telah menghilangkan ribuan suara partai dan Calon Legislatif (Caleg).
“Kami akan ajukan keberatan atas hasil rekapitulasi suara dari KPUD Intan Jaya kepada Bawaslu Provinsi Papua, karena ada suara kami yang hilang,” kata Isak Rumbarar, saksi dari Partai Golkar dalam sesi pleno.
Ia mengatakan, hasil pleno KPUD Intan Jaya telah menghilangkan ribuan suara calegnya dan caleg dari partai lain.
“Kami ingin KPUD Intan Jaya mengklarifikasi hal ini, bagaimana suara yang hilang. Dan kami segera ajukan form keberatan kepada Bawaslu,” katanya.
Sergius Wabiser, saksi dari Partai PKPI mengaku caleg dari partainya dirugikan karena di dua distrik Kabupaten Intan Jaya, partainya meraih suara sebanyak 16 ribu lebih, tetapi dalam rapat pleno KPUD Intan Jaya ditingkat Provinsi caleg dan partainya tidak meraih suara sama sekali.
“Ini sangat disayangkan, suara partai dan Caleg kami hilang. Kami akan ajukan form keberatan kepada Bawaslu Papua,” katanya.
Sementara itu, saksi dari Partai Gerindra, Irenius Likuboly mengatakan, pihaknya langsung meminta pimpinan sidang rapat pleno Komisioner KPUD Papua, Musa Sombuk untuk segera menghentikan rapat pleno KPUD Intan Jaya karena merugikan para caleg dan partainya.
“Kami secara tegas menolak rapat pleno KPUD Intan Jaya. Kami minta ditutup tanpa tanda tangan kami,” tegasnya.
Secara terpisah, Ketua Bawaslu Papua, Roberth Horik mengatakan, pihaknya telah menerima dan segera memproses aduan keberatan dari para saksi partai dan Caleg terkait rapat pleno rekapitulasi suara KPUD Intan Jaya yang baru saja berlangsung.
“Semua laporan akan kami tindak lanjuti. Ada form keberatan disini, silakan diisi, dan akan kami teruskan,” ujarnya.
Sementara itu, rapat pleno tingkat Provinsi Papua kembali dilanjutkan dengan rekapitulasi suara dari KPUD Kepulauan Yapen yang sebelumnya ditunda karena bermasalah.
LINCOLD ALVI

Pleno KPU Intan Jaya Ricuh, Caleg Terobos Masuk Ruang Pleno

       Terjadi keributan diluar tempat dilangsungkan pleno KPUD tingkat Provinsi (Foto: Oktovianus Pogau/Suara Papua)
PAPUAN, Jayapura — Rapat pleno rekapitulasi suara Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Intan Jaya ditingkat Provinsi, yang digelar di salah satu hotel ternama di Kota Jayapura, pada Rabu (7/5/2014) dini hari, sekitar pukul 04.20 Wit, diwarnai aksi terobos masuk ke dalam ruang rapat oleh sejumlah oknum Caleg yang merasa raihan suaranya dihilangkan.
Wartawan suarapapua.com, yang mengikuti jalannya rapat pleno tersebut sejak Selasa (6/5/2013), hingga dini hari melaporkan, jalannya rapat pleno tersebut sebelumnya berjalan lancar, namun tiba-tiba ada sejumlah oknum Caleg asal Kabupaten Intan Jaya yang menerobos masuk ruang rapat sambil berteriak.
“Kembalikan suara saya sebanyak 24.000 yang hilang. KPUD Intan Jaya telah menghilangkan suara sah saya,” kata Aner Maisini, Caleg Partai Amanat Nasional (PAN) nomor urut 9 dari Dapil III yang dalam pleno tadi memperoleh suara 1.000.
Namun, aksi sejumlah oknum Caleg yang berlangsung kurang lebih lima menit itu dapat segera diatasi oleh aparat kepolisian yang bersiaga.
“KPUD Intan Jaya harus mempertanggung-jawabkan suara yang hilang,” kata Thobias Bagubau, salah seorang saksi.
Komisioner KPUD Papua, Musa Sombok yang memimpin jalannya persidangan langsung menghentikan rapat pleno KPUD Intan Jaya, karena selain mendapat aksi protes dari para oknum Caleg, juga aksi keberatan dari para saksi partai.
“Rapat ini kami tutup dengan penuh keberatan,” katanya.
Sejumlah saksi dari PAN, PKPI, HANURA, PKS, GOLKAR dan GERINDRA secara bergantian mengajukan keberatan dengan hasil suara yang diplenokan oleh KPUD Intan Jaya.
“Partai Golkar juga keberatan dan akan ajukan pernyataan tertulis kepada Bawaslu Papua terkait pleno KPUD Intan Jaya,” kata saksi partai Golkar, Isak Rumbarar.
Ketua Bawaslu Papua, Roberth Horik yang juga ikut memantau jalannya rapat pleno menyampaikan pihaknya akan segera memproses ajuan keberatan para saksi partai terkait pleno KPUD Intan Jaya.
“Semua laporan akan kami tindak lanjuti. Form keberatan yang ada silakan diisi,” katanya.
Sementara itu, rapat pleno tingkat Provinsi Papua kembali dilanjutkan dengan rekapitulasi suara dari KPUD Kepulauan Yapen dan KPUD Sarmi yang sebelumnya bermasalah.
LINCOLD ALVI